Self Healing : Menyembuhkan Luka Batin dengan Diri Sendiri

Pernah nggak merasa gagal? Setres? Tidak berguna? Sia-sia? dan intinya mengalami gangguan mental. Bisa karena habis putus sama pacar, berantem sama temen, konflik keluarga, IPK jelek, gagal menang dalam lomba, dan sejenisnya yang membuat mental down berkelanjutan. Diakui atau tidak semua orang pasti pernah berada di fase ini atau mungkin sekarang sedang mengalaminya. Hal yang wajar sebenarnya, tapi akan menjadi hal yang berlebihan ketika terus terperangkap dalam situasi yang bisa dibilang absurd.

Self Healing; merupakan upaya penyembuhan diri dari gangguan psikologis atau mental karena peristiwa yang terjadi di masa lalu dan menyimpan rekam sejarah di dalam pikiran, misalnya peristiwa di masa kecil, kegagalan yang mengecewakan, dan cemas terhadap sesuatu yang kemudian bisa menyebabkan stres dan depresi.
Ini bukan tentang phobia, tapi tentang ketakutan dan keresahan jangka panjang. Bahkan sebenarnya, hal kecil bisa menyebabkan gangguan psikologis apabila didukung oleh lingkungan yang juga toksik. Perlu digaris bawahi bahwa self healing bukan khusus orang gila, tapi siapapun bisa melakukannya sekalipun orang yang from the physical looks okay.

Kalau sekarang kamu ngerasa tidak baik-baik saja, ngerasa takut atau memang menyadari bahwa mental kamu terganggu, tolong akui itu dan coba Self Healing dengan misalnya sering ngumpul sama keluarga, berbelanja, meditasi di rumah, rutin olahraga dan tidur teratur.

Berikut 5 hal yang bisa dilakukan sebagai metode Self Healing:

1. Percaya diri dan katakan bahwa diri kamu bisa
kadang perasaan memang tidak mudah melawan kenyataan. Tapi mental kami akan lebih baik-baik saja ketika mengurangi atau bahkan tidak peduli terhadap justifikasi orang lain. Ketika sekarang dipandang sebelah mata karena fisik atau ekonomi misalnya, katakan selamat pada diri kamu sendiri bahwa itu adalah peluang kamu kedepan membangun ide kreatif baru. 'Roda itu berputar' sejatinya kalimat konkret, tinggal dibuktikan saja, dan tolong jangan menunggu keajaiban.
2. Cintai mental kamu dengan syukur ( self acceptance)
Kita akan merasa bahagia dan merasa cukup dengan rasa syukur, tanam itu. Insecure selain sebagai kelemahan manusia rupaya juga dianggap sebagai kalimat gaul yang bisa dibilang tranding gitu ya, apa-apa bilang insecure, sedikit-sedikit bilang insecure padahal mungkin tidak tau esensinya seperti apa. Perasaan ini tidak akan membuat kamu bahagia, justru akan terus merasa dihantui oleh pencapaian orang lain. Boleh insecure tapi jangan terlalu, karena hidup harus lebih ke arah percaya diri. Kecuali memang setelah merasa itu, punya tekad dan usaha buat lebih baik. Tapi tolong lebih bersyukur lagi atas apa yang kamu punya saat ini sebagai cara kamu menyayangi mental kamu.
3. Bersosial dan berorganisasi
Bisa dibilang cara ini untuk gangguan psikologis tahap yang non ringan ya. Ketika kamu memutuskan lakukan ini berarti memang pikiran dan perasaan kamu tidak bisa mengontrol dirimu sendiri. Semuanya berawal dari mindset yang mengatakan pada dirimu sendiri bahwa kamu tidak bisa, sedang sebenarnya kamu bisa melawan mindset buruk itu. Jangan terlalu terpuruk, coba deh bersosial. Cari lingkungan yang menurutmu bagus dan bisa menjadi rumah kedua, entah ikut organisasi di sekolah, kampus, atau swadaya. Sekali-kali boleh banget sekedar ngopi dan bertukar pikiran positif sembari menikmati angin malam atau bersua dengan alam di pagi hari sembari menyapa para bapak tani. Bersosial atau berorganisasi selain bisa mengalihkan pikiran kamu dari masalah yang kamu alami, bisa menambah relasi kamu yang akan berguna kedepan, dan menyita waktu kamu untuk memikirkan masalah yang sedang kamu alami dengan kegiatan atau tugas organisasi. Juga, semakin membuka wawasan kamu bahwa masalah yang sedang kamu alami sekarang adalah masalah kecil yang harus diselesaikan dengan kedewasaan pikiran.
4. Menyibukkan diri lalu kecebur prestasi
Ada cara lain ketika terlanjur tidak bisa berorganisasi misalnya karena sudah semester akhir atau tidak sedang mengenyam pendidikan. Coba deh menyibukkan diri kamu sendiri supaya tidak terus-menerus memikirkan masalah yang sebenarnya sudah tidak perlu dipikirkan. Menyibukkan diri dengan cara apa? Kenali dulu kemampuan kamu. Misalnya ketika punya bakat menyanyi, kamu bisa mulai membuat konten nyanyi dan akhirnya menjadi konten kreator. Contoh lain dengan menjadi penulis, literasi, podcast, atau minimal nonton tv deh. Tapi, menyibukkan diri yang paling bermanfaat adalah mencari informasi bisa di internet seputar lomba yang linear dengan kemampuan, dimulai dari iseng aja dulu siapa tau menjadi kebiasaan dan akhirnya bisa menang, numpuk prestasi, dan ngoleksi piala.
5. Berwisata atau ke tempat yang di senangi 
Seperti aku yang suka nuansa alam, pantai, danau, panorama alam, dan minimal melihat aliran air sebagai self healing dengan kata lain penyederhana masalah. Nggak tau kenapa setiap melihat panorama alam dan desas-desus angin dipinggir pantai, rasanya plong banget. Kenali bagaimana dan tempat seperti apa yang bisa membuat hati dan mental kamu lebih tenang kemudian bisa mendatangkan inspirasi baru. Misalnya ke kafe sambil lalu menyeruduk hot matcha meskipun sendirian bisa membuat kamu tenang, lakukan saja tidak masalah. You more know the medicine for yourself, okay? Asal, tidak merugikan orang lain.

Demikian tips dari aku ya, sekali lagi sayangi dan obati mental kamu dengan lakukan Self Healing. Berhenti memikirkan peristiwa yang sudah terjadi dan tidak layak dipikirkan lagi, ambil saja hikmahnya. Juga, imbangi dengan pola hidup sehat seperti makan yang bergizi, tidur teratur, dan rutin berolahraga. 
Diatas merupakan solusi untuk gangguan psikologis skala ringan sampai sedang ya, juga bisa skala berat. Namun, untuk skala sangat berat atau kronis yang bisa menyebabkan depresi tingkat tinggi aku menyarankan untuk pergi ke psikolog ya.

Sehat fisik dan sehat mental,
Sayangi diri dan lindungi orang sekitar.

#BarengFitri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG DOA DAN KABAR

Perfeksionis: kekurangan atau kelebihan?

Public Speaking: Bakat atu kodrat lahiriah?