Kisah Inspiratif: Perjalanan dan prestasi seorang anak desa
Halo, Aku Fitri. Buat anak desa diluar sana, jangan menyerah ya, nasib kita sama!
Aku mau berbagi sedikit cerita kehidupanku hingga diposisi sekarang yang bisa kubilang masih setengah perjalanan menuju mimpi, semoga menginspirasi ya.
Aku terlahir di desa dan kecamatan terpencil di ujung utara kabupaten Bangkalan, pulau madura sana. Kehidupan yang kujalani 19 tahun ini sederhana sekali, namun penuh tantangan, isak tangis, dan intinya a great hurdle. Bahkan hingga kini merasakan pengap dibawah atap dengan kurangnya ventilasi udara dan sesaknya tembok rumah sendiripun belum kurasakan. Sebenarnya nikmat saat disyukuri, karena tidak memiliki pilihan lain.
SEKOLAH; hal yang mungkin begitu mustahil di mata keluargaku, bahkan begitu kuingat alasan kenapa aku bisa lanjut sekolah smp itupun karena saat itu ada satu set seragam putih biru dan seragam pramuka bekas sekolah kakak perempuanku yang sempat sekolah 1 bulan namun terpaksa berhenti karena tidak sanggup membayar spp kala itu sekitar tahun 2008 (kalau tidak salah). Aku inget deh, uang saku selama smp 2000,00 tapi beda dengan hari selasa karena memang hari selasa banyak orang jualan gitu ya jadi uang sakunya 3000,00. Inget banget juga, pas kelas 1 smp sempat ikut arisan yang bayar dua ribu setiap harinya, jadi ya jajanku zonk gitu deh hehe. Masa smp bisa kubilang hard struggle tapi awal kisah mengukir prestasi dan pengalaman organisasi dimana-dimana. Meskipun sudah sedikit cerewet itu dari sd sih (aku gak TK ya) atau mungkin dari lahir entah kurang paham hehe sehingga bisa kebiasaan public speaking sampai sekarang. Prestasi saat smp Alhamdulillah sudah sampai tingkat jawa timur bahkan nasional, dan bisa dibilang prestasi terakhirku menang lomba debat se-Madura di detik-detik kelulusanku hingga akhirnya dapat beasiswa pendidikan di salah satu SMK Farmasi di Bangkalan kota sana menjadi pendobrak asa dan keterbukaan orang tua untuk akhirnya yakin menyekolahkan anaknya setelah mungkin puluhan kali aku berusaha meyakinkan orang tua untuk berjuang lagi supaya bisa melanjutkan belajar ke masa putih abu-abu, saat itu berkat guru BK-ku juga sih sebenarnya yang sempat ke rumah membujuk orang tuaku.
--
Masa kemandirian hidup di kota dan jauh dari orang tua, hard struggle, dan start insecure. Tidak perlu menguraikan sebanyak apa prestasiku di masa smk ya, karena aku yakin prestasiku tidak ada apa-apanya dibanding orang-orang diluar sana. Tapi intinya, masa ini aku menjalani dua kehidupan sekaligus yaitu pendidikan sebagai pelajar farmasi dan lingkungan sebagai orang hukum hehehe, maksudnya di masa ini sering mengikuti lomba debat hukum yang memang merupakan prodi yang aku inginkan dari dulu sebelum kecebur^^ ke dunia farmasi karena beasiswa. Bisa aku rasakan perbedaan hidup di desa dan di kota mulai pada masa ini, dari itu kenapa aku bilang masa start insecure, tapi bersyukur sekali mengingat dulu bisa sekolah smk/sederajat rasanya hal mustahil. Tentu insecure karena fisik dan ekonomi bukan hambatan dong ya untuk berprestasi, "gak masalah tertinggal fisik dan kekayaan, asal bisa ngebut di prestasi".
Singkat cerita kelas dua belas (3 smk) adalah masa egois sepertinya, gimana caranya bisa kuliah ditengah keterbatasan ekonomi tapi jurusannya tetap farmasi yang menurut stigma orang-orang adalah jurusan beruang. Bisa dibilang sedikit ga ngotak juga ya karena sempat ngejar unair yang jelas-jelas seperti mendaki ditengah kabut.
KULIAH; Mungkin ini alasan tuhan mentakdirkan aku keterima jalur sbmptn di farmasi UIN Malang dengan ukt terendah, karena tuhan percaya aku mampu berkembang di tempat ini, puji syukur ya Allah!
Setahun pertama ini aku jalani dengan have fun ya meskipun kuliah daring, karena sambil lalu kerja.
--
Sembari bercerita bahwa September kemarin aku kerja sebagai reporter Nusya TV yang merupakan channel TV lokal di kabupaten Bangkalan. Sejak itu Alhamdulillah aku lebih mandiri secara ekonomi dan bisa sedikit ngasih penghasilan ke orang tua. Bersyukur karena itu juga melatih time management-ku untuk kuliah sambil kerja. Alhamdulillah, setahun tak terasa berproses kuliah, kerja, dan berprestasi.
Terakhir, tentang aku dan perjuangan singkat hingga sekarang menjadi mahasiswi farmasi aku ingin bilang, bahwa aku si anak desa menjadi Duta (Safirah) FKIK UIN Malang 2021 pada 26 Juni 2021 setelah berhasil melawan rasa insecure dan berkat doa dan support orang-orang terdekat.
Next, kita sambung lagi cerita menjadi mahasiswi ya, sementara sesingkat ini karena masih dua semester dan itupun secara daring.
--
Terakhir mau bilang, bicara semua pencapaianku yang tak seberapa, jangan mengira aku orang yang pintar apalagi jenius, karena pada dasarnya aku bukan orang yang demikian. Namun, aku orang yang gigih dan pekerja keras, juga perfeksionis. Tentang public speaking itu juga awalnya dimulai dari 'menahan malu' karena pikirku gimana caranya aku dikenal banyak orang dengan kemampuan berbicara dan berorientasi melalui lomba dan organisasi sehingga terbiasa menjadi speaker sampai sekarang.
Kita bisa menjadi apapun yang kita mau, asal mau berusaha dan berdoa.
'There is no success without effort and prayer'
Alhamdulillahi rabbil alamin
Semoga bermanfaat ya, karena aku tidak pernah malu menceritakan hal yang bisa menginspirasi orang baik meskipun dinilai rendah oleh orang julid:)
Komentar
Posting Komentar